Andhan Rizky

Laki-laki, 16 tahun

Kudus, Indonesia

Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.
::
Start
Rizky DIJE
Shutdown

Navbar3

Cari Blog Ini

Jumat, 05 April 2019

Aquascape, Keindahan Kecil dari Bawah Air

Apakah anda pernah membayangkan mengunjungi hutan tropis atau kebun di dalam air?
Mungkin hal ini akan membuat anda tahu dari pertanyaan yang dimaksud. Membayangkan tumbuhan hijau dalam air sepertinya mustahil bagi sebagian orang. Namun Aquascape adalah jawabannya.
Aquascape adalah seni mengatur tanaman air dan batu, batu karang, koral, atau kayu apung, secara alami dan indah di dalam akuarium sehingga memberikan efek seperti berkebun di bawah air.
Aquascape biasanya terdiri dari ikan, udang, keong disamping juga tanaman. Walaupun bisa juga untuk menciptakan aquascape dengan tanaman saja, atau hanya dengan batu atau komponen lain tanpa ada tanaman.
Umumnya, tanaman yang dipakai untuk membuat aquascape adalah tanaman yang tidak tumbuh kayu. Biasanya tanaman-tanaman tersebut dijual di toko-toko aquascape dengan harga yang relatif terjangkau. Harga tanaman aquascape mulai dari 10.000 hingga jutaan rupiah, tergantung jenis dan kondisi tanaman tersebut.
Anda juga dapat menjumpai tanaman yang digunakan untuk aquascape di sawah atau daerah yang lembab misalnya tumbuhan semanggi dan tumbuhan paku. Tumbuhan-tumbuhan tersebut dapat hidup dalam air dengan proses adaptasi.
Tujuan utama dari aquascape adalah untuk menciptakan sebuah gambaran “bawah air”, sehingga aspek teknis pemeliharaan tanaman air juga harus dipertimbangkan. Banyak faktor yang harus seimbang dalam ekosistem dari sebuah tangki akuarium untuk memastikan keberhasilan terciptanya sebuah keindahan dari seni aquascape.
Faktor-faktor ini meliputi penyaringan (filtrasi), mempertahankan kadar karbon dioksida (CO2) pada tingkat yang cukup untuk mendukung fotosintesis bawah air, substrat dan pemupukan, pencahayaan, dan kontrol alga (lumut).
Desain Aquascape sendiri mencakup sejumlah gaya yang berbeda-beda. Di bawah ini, ada beberapa jenis gaya dalam menata aquascape.
DUTCH STYLE
Akuarium Dutch Style biasanya menata beberapa jenis tanaman yang memiliki warna daun, ukuran, dan tekstur beraneka ragam yang ditampilkan lebih sebagai taman bunga seperti yang seringkali kita temui di darat. Gaya ini dikembangkan di Belanda dimulai pada 1930-an, seiring dengan makin tersedianya peralatan tanaman yang dijual secara komersial. Dutch Style ini menekankan tanaman yang terletak di bagian depan akuarium dengan tinggi yang berbeda, dan sering kali justru mengabaikan penggunaan batu dan kayu apung. Biasanya tanaman ditata dengan urutan berbaris dari kiri ke kanan dan diumpamakan sebagai "jalananBelanda".
Karena deretan jalan di Belanda biasanya tertata rapi dan lurus berjajar. Ciri lain dari Dutch style adalah lebih dari 80% dari lantai akuarium ditutupi dengan tanaman, sehingga sangat sedikit substrat yang terlihat. Tinggi tanaman yang tumbuh biasanya menutupi kaca belakang akuarium dengan tujuan menutupi peralatan besar yang bersembunyi di balik tangki.
JAPANESE STYLE (NATURE STYLE)
Salah satu gaya dengan penataan kontras adalah nature style atau Japanese style, yang diperkenalkan pada 1990-an oleh Takashi Amano. Komposisi Amano yang menarik tentang teknik berkebun Jepang yang mencoba untuk meniru pemandangan alam dengan pengaturan yang asimetris dari tanaman air yang relatif sedikit dan pemilihan batu atau kayu apung yang selektif. Tujuannya adalah untuk menciptakan gelombang (landscape) di miniatur, daripada sebuah taman berwarna-warni. Gaya ini menarik terutama dari konsep estetika Jepang Wabi-Sabi yang berfokus pada minimalis sebagai sumber keindahan, dan konsep Iwagumi yang menetapkan aturan yang mengatur batu.
Read More --►